Pengertian Sistem Akuntansi Pemerintahan berdasarkan PMK PP 71 Tahun 2010 pasal 1 adalah rangkaian sistematik dari prosedur, penyelenggara, peralatan, dan elemen lain untuk mewujudkan fungsi akuntansi sejak analisis transaksi sampai dengan pelaporan keuangan di lingkungan organisasi pemerintah. Sistem akuntansi pemerintahan terbagi menjadi 2 (dua) yaitu: 1. Sistem Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD. 2. Sistem Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Kas Menuju Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan berbasis kas, serta mengakui aset, utang, dan ekuitas dana berbasis akrual.
Showing posts with label other. Show all posts
Showing posts with label other. Show all posts
12:14
Perbedaan Perusahaan Kecil dan Perusahaan Besar
PERUSAHAAN KECIL
1. Pada umumnya dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya.
2. Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan tugas/jabatan pada seseorang.
3. Persentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
4. Sulitan untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit memperoleh pinjaman dengan syarat lunak.
PERUSAHAAN BESAR
1. Pada umumnya dikelola/dipimpin oleh manajer profesional (bukan pemiliknya)
2. Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan.
3. Persentase kegagalan usaha relatif rendah.
4. Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk pengembangan usaha.
1. Pada umumnya dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya.
2. Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan tugas/jabatan pada seseorang.
3. Persentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
4. Sulitan untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit memperoleh pinjaman dengan syarat lunak.
PERUSAHAAN BESAR
1. Pada umumnya dikelola/dipimpin oleh manajer profesional (bukan pemiliknya)
2. Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan.
3. Persentase kegagalan usaha relatif rendah.
4. Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk pengembangan usaha.
Label:
ilmu pengetahuan,
other,
perbedaan,
perusahaan
23:01
Karakteristik Pasar Oligopoli
Ada beberapa unsur penting dalam pasar oligopoli:
1. Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)
2. Produk homogen atau terdiferensial (homogen of differentiated product)
3. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decision)
4. Kompetisi non harga (non pricing competition)
1. Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)
2. Produk homogen atau terdiferensial (homogen of differentiated product)
3. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decision)
4. Kompetisi non harga (non pricing competition)
Label:
ekonomi,
ilmu pengetahuan,
karakteristik,
oligopoli,
other,
pasar
07:43
Kelebihan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
- KELEBIHAN -
1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah.
2. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksima (kemakmuran maksimal).
3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.
- KELEMAHAN -
1. Kelemahan dalam hal konsumsi.
2. Kelemahan dalam pengembangan teknologi.
3. Konflik efisiensi-keadilan.
1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah.
2. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksima (kemakmuran maksimal).
3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.
- KELEMAHAN -
1. Kelemahan dalam hal konsumsi.
2. Kelemahan dalam pengembangan teknologi.
3. Konflik efisiensi-keadilan.
16:55
Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:
1. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
2. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
3. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small Relative Output)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata-rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
4. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
5. Keleluasaan Masuk - Keluar Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
1. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
2. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
3. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small Relative Output)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata-rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
4. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
5. Keleluasaan Masuk - Keluar Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
Label:
ekonomi,
ilmu pengetahuan,
karakteristik,
other,
pasar,
sempurna
15:40

Social entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan, dan kesehatan (healthcare). Jika business entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun pendapatan), maka social entrepreneur keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Sumber: Asmani, Jamal Ma'mur. 2011. SEKOLAH ENTREPRENEUR!. Jogjakarta: Harmoni. halaman: 38.
Pengertian Social Entrepreneur

Social entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), terutama meliputi bidang kesejahteraan (welfare), pendidikan, dan kesehatan (healthcare). Jika business entrepreneurs mengukur keberhasilan dari kinerja keuangannya (keuntungan ataupun pendapatan), maka social entrepreneur keberhasilannya diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Sumber: Asmani, Jamal Ma'mur. 2011. SEKOLAH ENTREPRENEUR!. Jogjakarta: Harmoni. halaman: 38.
Label:
ilmu pengetahuan,
other
